Kamis, 12 Mei 2011

Inventaris Masalah RUU BPJS Dirombak Total

JAKARTA- Pemerintah melakukan perombakan besar-besaran terhadap daftar inventaris masalah (DIM) RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dari DIM yang ada, pemerintah menyodorkan 263 DIM baru dan siap dibahas. Pemerintah pun menghapus 143 DIM, yang tetap hanya 18 DIM, 22 DIM mengalami perubahan redaksional, 25 DIM perubahan substansional, dan 55 DIM penambahan substansi.

Menteri Keuangan Agus Martowardjojo mewakili pemerintah mengatakan, dari 143 DIM yang dihapus itu, ada 52 DIM substansinya dimasukkan ke dalam DIM penambahan substansi. Terhadap kebijakan pemerintah ini mendapat tanggapan beragam dari anggota Pansus RUU BPJS.

Endang Sarwan Hamid, misalnya. Politisi ini meragukan kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan RUU BPJS di sisa waktu 44 hari ini. Pasalnya, perombakan DIM oleh pemerintah sangat signifikan.
"Perombakan DIM ini bukan hal yang mudah. RUU BPJS yang anggota DPR RI susun ini diambil dari masukan berbagai kalangan. Tapi kemudian sebanyak tujuh bab dihapus oleh pemerintah. Apakah para pemerintah bisa membahas DIM ini dalam waktu pendek, apalagi yang tetap hanya 18 DIM saja," urai Endang dalam raker pansus RUU BPJS dengan pemerintah, Kamis (12/5).

Kritikan serupa diungkapkan Rieke Dyah Pitaloka. Dia menilai penghapusan tujuh bab dalam RUU BPJS oleh pemerintah merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Hanya saja dia meminta agar penghapusan tersebut bukan akal-akalan pemerintah untuk menghambat pembahasan.

"Banyak pasal dan bab yang dihapus pemerintah. Tapi ada juga DIM baru yang dimasukkan. Kita berhadap pemerintah tetap komitmen untuk menyelesaikan RUU ini dalam waktu yang tersisa. Jangan sampai ini merupakan cara pemerintah untuk menghalang-halangi penetapan UU BPJS," pungkasnya.

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=91743

Perkembangan Perbankan di Indonsia

Mulai tahun 1980 – an jumlah pertumbuhan bank swasta nasional sangatlah cepat, sehingga membawa perekonomian Indonesia semakin berkembang. Sektor perbankan sangatlah berperan dalam memobilisasikan dana masyarakat untuk berbagai tujuan mengalami peningkatan yang sangat besar. Dahulu sektor perbankan tersebut tidak lebih hanya sebagai fasilitator kegiatan pemerintah dan beberapa perusahaan besar, dan kini telah berubah menjadi sektor yang sangat berpengaruh bagi perekonomian.
Perkembangan yang sangat cepat tersebut tidak diikuti oleh penerapan prinsip kehati – hatian yang seimbang, bahkan istilah tersebut terdengar masih asing bagi masyarakat awam bahkan bankir sekalipun. Dimana hal tersebut menjadi penyebab masalah yang besar pada akhir tahun 1990 – an.
Dari pengalaman buruk tersebut, timbulah pertanyaan. Apakah strategi pengembangan dunia perbankan di Indonesia selama in sudah benar? Apakah peraturan perundangan yang ada selama ini sudah mampu mengatur dan mengarahkan sektor perbankan ke arah perbankan yang efisien dengan resiko yang masuk akal? Pertanyaan lainpun juga ditujukan kepada manajemen bank, karyawan, Bank Indonesia, dan juga Pemerintah.
BIS ( Bank for International Settlement ) telah lama mencari tahu praktik – praktik perbankan yang dianggap dapat mencipatakan dunia perbankan yang efisien dan efektif dalam perannya sebagai financail intermediary. Menyadari adanya prinsip – prinsip yang telah dirumuskan dalam BIS dan perlunya merancang ulang sektor perbankan di Indoneisa dalam jangka panjang, otoritas moneter berusaha untuk membuat Arsitektur Perbankan Indonesia ( API ). Dengan adanya API, BI secara bertahap berkeinginan untuk menerapkan praktik – praktik terbaik internasional yang tercakup dalam 25 Prinsip Pokok Basel untuk pengawasan perbankan yang efektif ( Basel Core Principles for Effective Banking Supervision ), sehingga dalam jangka waktu lima tahun ke depan diharapkan Indonesia telah sejajar dengan negara – negara lain yang lebih dulu menerapkan prinsip – prinsip tersebut.

Menurut saya:

Perkembangan Perbankan di Indonesia sangat cepat sekali, dengan adanya bank-bank yang berdiri di Indonesia membuat masyarakat seperti kita dapat dengan mudah menyimpan tabungannya di bank-bank yang sudah ada di Indonesia ini, dengan bank-bank yang berdiri saat ini, semakin membuat perkembangan perbankan yang ada di Indonesia sangat pesat sekali perkembangannya. Kegiatan yang ada di perbankan yang memakai perkembangan teknologi, sudah mulai banyak, dan itu semua dapat menghubungkan antara nasabah (masyarakat) dengan bank itu sendiri.
Sekarang Bank-bank di Indonesia banyak sekali mengeluarkan produk-produk di masing-masing bank itu sendiri, dan membuat suatu undian-undian berhadiah yang membuat para masyarakat mulai banyak terpikat untuk menyimpan tabungannya di bank, sehingga masyarakat sangat mempercayai bank-bank yang ada di Indonesia untuk menaruh uang mereka.

Perbanas Minta Kalangan Perbankan Introspeksi

Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) secara resmi meminta maaf kepada masyarakat atas beberapa peristiwa akhir-akhir ini seperti kasus pembobolan bank yang terjadi pada Citibank. Perbanas pun mengajak industri perbankan meningkatkan kewaspadaan dan malakukan pembenahan.

"Belakangan banyak terjadi kejadian yang bersinggungan dengan dunia perbankan yang banyak menyita perhatian masyarakat. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Dan ini sinyal dunia perbankan masih harus bebenah memperbaiki kualitas pelayanan," kata Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono dalam pembukaan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2011 di JCC, Rabu (11/5).

Salah satu yang disinggung Sigit yakni memperbaiki pelayanan yang memanjakan nasabah namun tanpa dibarengi oleh keamanan. "Memanjakan nasabah, mengesampingkan keamanan, harus diperbaiki, inilah saatnya. Banyak hikmah yang diambil atas kasus-kasus yang terjadi," ungkap Sigit.

Dirinya beharap, semua pihak dapat menilai kasus belakangan secara proporsional. Dan tetap memberikan kepercayaan terhadap Bank Indonesia (BI) membantu industri perbankan ke depan. "Kami menghimbau kepada semua pihak agar proporsional dan adil terhadap kasus yang banyak diberitakan akhir-akhir ini. Kami menghimbau terus memberikan kepercayaan dan mendukung BI dalam mengawasi industri perbankan jangan yang lain," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur BI Darmin Nasution mengemukakan, pembobolan dana di perbankan memang sulit dihapus, namun bisa diminimalisir. Pembobolan (fraud) kata dia,layaknya maling yang tak pernah kapok. "Fraud itu suatu hal yang bisa terjadi di mana saja. Namanya juga kejahatan. Yang penting kalau ada fraud ditindak dan diperiksa. Maling saja nggak kapok-kapok itu. Jangan pernah menganggap fraud itu akan berhenti," jelas dia.

Saat ini untuk menekan terjadinya pembobolan dana nasabah, khususnya untuk nasabah priority banking, BI memeriksa layanan priority banking di 23 bank. Dan terhitung sejak 2 Mei, bank sentral telah membekukan layanan priority banking di 23 bank selama sebulan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad menambahkan, pihaknya kembali menegaskan tentang larangan bagi bank untuk memberikan cash back berupa dana segar di muka ketika nasabah menempatkan dananya. Alasannya, cash back memicu terjadinya moral hazard yang bisa disalahgunakan oknum pegawai bank ataupun pihak nasabah ketika menempatkan dana.

Ketika nasabah mendapatkan cash back nantinya pasti masuk kepada komponen perhitungan suku bunga. Oleh karena itu, nasabah bisa tidak dijamin LPS ketika melebihi suku bunga penjaminan.


http://www.jpnn.com/read/2011/05/12/91709/Perbanas-Minta-Kalangan-Perbankan-Introspeksi-

Koreksi sektor tambang dan perbankan menumbangkan IHSG 0,77%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya di zona hijau, pada hari ini. Dari awal hingga akhir perdagangan, indeks tertekan, dan ditutup jatuh 0,77% ke level 3.808, 710.
Delapan sektor terkoreksi, dengan kejatuhan terbesar pada sektor pertambangan yang tumbang 1,51%, diikuti sektor perbankan yang menukik 1,09%. Sektor lainnya melemah antara 0,21% hingga 1,07%. Hanya dua sektor, yaitu konstruksi dan infrastruktur yang bertahan di zona hijau, dengan kenaikan masing-masing 0,66% dan 0,19 %.
Sebanyak 135 saham melemah, sementara 90 saham terkoreksi, dan 90 saham lainnya tidak bergerak. Perdagangan sore ini diramaikan dengan transaksi 11,715 milliar saham, dan nilai transaksi mencapai Rp 90 trilliun.

Saham yang menjadi pemimpin top losers adalah Champion Pasific Indonesia (IGAR) yang anjlok 11,76% ke Rp 450. Diikuti, Bank Windu Kentjana (MCOR) yang turun 11,51% RP 123, Sona Topaz Tourism (SONA) masih melanjutkan koreksinya hingga tersungkur 18,15% ke Rp 3.100.
Adaro Energy (ADRO) menjadi pemimpin anggota MSCI indeks yang terkoreksi hari ini, dengan pelemahan mencapai 3,23% ke Rp 2.250, begitu juga dengan Astra Agro Lestari (AALI) yang turun 2,29% ke Rp 23.500.

Saham yang berhasil menguat ke posisi top gainers adalah Ricky Putra Globalindo (RICY) melesat 32,43% ke Rp 245, dan Pool Advista Indonesia (POOL) yang menanjak 24,68% ke Rp 960. Satu-satunya Anggota MSCI stock yang berhasil naik adalah Telkom (TLKM) yang menguat 1,32%.
http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/67356/Koreksi-sektor-tambang-dan-perbankan-menumbangkan-IHSG-077-di-sore-ini